7 Kesalahan Ini Sering Dilakukan Pengusaha Pemula

0
28
Faktor Kegagalan Usaha

Penyebab Kegagalan Usaha – Berniat untuk memulai usaha? Jangan sampai Anda salah mengambil atau menentukan langkah. Dengan geliat dunia start up belakangan ini, berbagai kalangan berlomba-lomba untuk memulai bisnis.

Tidak perlu modal duit, asal ada  ide yang meyakinkan, Anda bisa mendapat suntikan dana dari investor. Akan tetapi modal ide, uang dan tekad saja tidak cukup. Belajar pada yang berpengalaman juga menjadi salah satu poin penting.

Tapi mengapa perlu belajar dari orang yang lebih dulu berkecimpung di dunia bisnis? Jawabannya tentu agar Anda bisa menghindari penyebab-penyebab kegagalan usaha. Dengan demikian Anda tentu akan lebih menghemat waktu untuk kesalahan-kesalahan lainnya, bukan?

Kegagalan dalam dunia bisnis memang tidak bisa dihindari. Tapi Anda bisa meminimalisir peluang akan terjadinya kegagalan tersebut.

Menurut Eka Dewa Prayoga setidaknya ada tujuh kesalahan yang sering dilakukan para pengusaha pemula. Apa saja penyebab kegagalan usaha tersebut?

Asal Action

Sejumlah orang karena mengikuti trend menjadi pengusaha ada yang asal action tanpa tahu ilmunya. Menjadi pengusaha tentu tidak sembarangan, tidak asal atau yang penting aksi saja.

Melakukan aksi saja tanpa ilmunya sebaiknya dihindari oleh para pengusaha awal. Hal ini hanya akan berakibat pada kegagalan dini. Meskipun sekiranya bisnis itu berjalan apakah sudah tentu memberikan profit atau keuntungan benar-benar tipis. Ada baiknya jangan asal action tanpa punya mentor dan tanpa merencanakan bisnis Anda.

Ikut-Ikutan

Akibat dari trend atau mengikuti workshop bisnis tak sedikit orang ikut-ikutan untuk membuka bisnis. Jenis ikut-ikutan pun ada dua jenis, menjadi pengusahanya yang ikut-ikutan atau jenis usahanya.

Kalau seperti ini yang perlu dievaluasi adalah niatnya apa membuka bisnis? Apakah berbisnis benar-benar hasrat Anda? Apa tujuan Anda menjadi pengusaha? Pertanyaan-pertanyaan ini yang perlu Anda tanyakan pada diri sendiri ketika sudah ada keinginan untuk ikut-ikutan orang tanpa memilki ilmu, tujuan dan niat yang benar.

Gampang Percaya

Dalam memulai usaha, Anda juga jangan mudah percaya pada siapapun. Siapa saja yang berpotensi menghancurkan bisnis? Orang-orang yang bersinggungang langsung dengan bisnis Anda adalah orang yang juga berpotensi menghancurkan bisnis Anda. Karyawan, partner bisnis dan konsumen adalah beberapa yang mungkin saja meruntuhkan kerajaan bisnis Anda.

Jangan sepenuhnya mempercayakan bisnis pada karyawan dan rekan bisnis. Kasus ditipu karyawan atau rekan bisnis sendiri tentu sudah banyak terjadi. Kasus ditipu konsumen juga sudah banyak, konsumen bilang pesan barang dan nyatanya uang di rekening belum bertambah padahal barang sudah diantar ke jasa ekspedisi.

Ingin Cepat

Penyakit pengusaha baru salah satunya adalah ingin instan dan selalu ingin cepat. Nyatanya bisnis sendiri adalah suatu proses. Kalau baru buka usaha jangan langsung mau rekrut karyawan apalagi langsung mau buka beberapa cabang biar terlihat keren. Bukannya terlihat keren yang ada Anda malah bangkrut setelah sebulan membuka bisnis.

Belum terlihat bisnisnya berkembang sudah serampangan buka cabang, hal ini hanya akan menambah beban biaya dan keruwetan di awal. Bisnis seperti kupu-kupu yang mulai dari kempompong sebelum menjadi kupu-kupu yang indah. Intinya bisnis butuh waktu dan perjuangan, bukan mie instan yang hanya beberapa langkah langsung bisa dinikmati.

Banyak Gaya

Bisnis baru mulai berkembang, jangan sekali-kali banyak gaya. Bahkan ketika bisnis sudah mulai stabil jangan memberi ruang pada gengsi atau pun kemewahan. Oleh karena itu jangan sekali-kali membeli barang-barang mewah dari uang perusahaan.

Ketika rekening terus bertambah nilainya jangan sekali-kali tergoda untuk menggunakan untuk biaya pribadi. Sebagai pelaku bisnis Anda harus memiliki dan mengetahui prioritas. Mengembangkan bisnis menjadi lebih besar tentu lebih baik ketimbang membeli mobil keluaran terbaru. Tunda kesenangan untuk kesenangan abadi dan pasti.

Mudah Hutang

Ketika awal-awal saja sudah sudah terbiasa hutang untuk modal bagaimana nanti? Ketika sudah kebiasaan untuk berhutang di awal, mental berhutang pun terbentuk. Hal ini yang tidak baik untuk bisnis Anda karena banyak bisnis sukses bukan semata-mata karena hutang.

Namun, bisnis dimulai dengan modal seadanya sehingga bisa menghasilkan untung yang nantinya diputar kembali menjadi modal. Masalah hutang ini akan menjerumuskan si penghutang pada ilusi uang yang tidak pasti. Eka Dewa Prayoga bahkan mengumpakan berhutang itu seperti gali jurang tutup lubang.

Buta Finansial

Buta finansial ini memang menjadi masalah semua orang bukan saja pebisnis. Bahkan pebisnis yang sudah terjun pun masih bermasalah dengan masalah finansial. Hal yang paling utama adalah soal pengetahuan omzet.

Masih saja banyak yang salah menganggap omzet sebagai keuntungan padahal omzet sendiri adalah jumlah total keselurahan penjualan. Ketika omzet dikurangi semua pengeluaran (cost) barulah muncul keuntungan.

Selain itu, soal pembukuan keuangan yang masih belum dimiliki banyak pebisnis. Jangankan bisnis, perindividu saja, seharusnya sudah bisa mengatur keuangan dengan memiliki catatan keuangan pemasukan dan pengeluaran.

Dari tujuh poin penyebab kegagalan usaha yang dibagi oleh Eka Dewa Prayoga, poin-poin inilah yang paling fatal dan sering dilakukan para pengusaha pemula. Pembahasan diatas hanya sedikit dari pembahasan dalam buku 7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula yang sudah ditulis pengusaha sukses yang juga dikenal sebagai Dewa Selling.

Semua pembahasan diatas bisa Anda ketahui lebih lanjut dengan membaca buku seharga Rp. 70.000. Pemesanan bisa langsung Anda pesan dengan klik gambar dibawah ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here