customer journey

Customer Journey, Hal yang Perlu Anda Pahami Sebelum Berjualan

Posted on

Customer Journey – Banyak perubahan yang begitu signifikan dalam dunia bisnis dalam era teknologi saat ini. Sebut saja media promosi yang digunakan berbeda, bentuk produk yang dijual pun berbeda. Saat ini Anda tidak perlu memiliki armada transportasi jika ingin membuka bisnis transportasi. Dari sisi perusahaan banyak hal yang berubah, begitu juga jika dilihat dari sudut pandang konsumen.

Saat ini konsumen sudah sangat mudah mendapat informasi, bahkan perusahaan bukan menjual produk pada konsumen tetapi membuat apa yang dibutuhkan konsumen. Tujuannya agar bisnis benar-benar berdampak dan memiliki umur yang relatif panjang. Bukan hanya sekali bangun, kemudian langsung bubar jalan.

Perubahan-perubahan ini akhirnya menempatkan konsumen sebagai hal penting bagi keberlangsungan bisnis, maka dari itu muncul materi soal customer journey atau perjalanan konsumen berhubungan dengan produk atau jasa yang dijual suatu perusahaan.

Baca juga: Lima Trik Follow Up di Facebook, Buat Konsumen Langsung Transfer

Bukan soal produk saja yang penting, pengalaman mulai dari mengenal hingga terjadi pembelian dan penggunaan benar-benar harus diperhatikan. Tetapi sebenarnya apa manfaat mengetahui customer journey?

Salah satunya adalah agar Anda bisa menyesuaikan iklan penawaran yang akan Anda eksekusi. Selain itu, dengan memahami customer journey Anda bisa membuat konsumen lebih puas dengan produk Anda.

Hal yang perlu dipahami juga, sadar tidak sadar secara psikologis pembeli tentu ada sejumlah fase yang dilewati. Pembeli tentu tidak akan langsung memutuskan membeli begitu saja. Di tahun 1961 ada dua orang mastah marketing yang bernama Robert J Lavidge dan Gary A Steiner, membuat sebuah model yaitu The Hierarchy of Effects Model. Pernah denger?

Jadi ada 6 fase yang dilewati calon pembeli sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk atau jasa, fase-fase tersebut yaitu:

Penyadaran

Saat Anda ingin melakukan transaksi penjualan, calon pembeli tentunya harus menyadari dulu kalau produk Anda itu ada. Bagaimana mau membeli jika produknya, jika calon pembeli Anda justru tidak tahu jika produk yang Anda jual ada dan Anda sendiri sebagai penjual tidak membuat banyak orang ngeh dengan kehadiran Anda.

Baca juga: Cara Menjadi Reseller Online Shop yang Terus Untung

Jadi bagaimana caranya agar pembeli tahu kalau produk kita itu ada? Caranya adalah Anda harus mendekati mereka dulu dengan baik agar mereka tertarik dengan produk Anda. Bahasa sekarangnya sih PDKT. Dijamin deh kalau PDKT- nya bener, hasilnya juga bakalan bener.

Paham

Point selanjutnya, posisikan Anda sebagai pembeli. Jika Anda ingin beli satu produk, Anda pasti membaca dulu spesifikasinya, bisa memenuhi kebutuhan Anda atau tidak. Dapat dipastikan juga  Anda bakal lebih memilih produk yang memberikan informasi lengkap tentang produk tersebut kepada Anda.

Hal ini juga berlaku saat Anda menjadi penjual. Anda harus memberikan informasi yang lengkap kepada pembeli agar mereka percaya dengan produk yang Anda tawarkan. Selalu posisikan diri sebagai pembeli pada waktu-waktu yang tepat. Hal ini akan membantu Anda untuk lebih memahami calon pembeli.

 

Senang

Jika informasi yang diberikan memenuhi keinginan calon pembeli, mereka akan menyukai produk Anda. Seberapa besar mereka menyukai dengan produk sesuai dengan penawaran yang Anda tawarkan.

Proses membuat konsumen senang bisa dilakukan sejak sebelum pembelian seperti memberi diskon, menawarkan produk yang berkualitas, melayani dengan baik dan ramah. Maka dari itu, buat hal hal yang sekiranya bisa membuat calon pembeli Anda senang pada layanan dan produk yang Anda tawarkan.

Naksir

Pembeli yang sudah menyukai produk, belum tentu langsung membeli. Biasanya mereka memikirkan apakah akan tetap membeli produk atau tidak. Bisa juga membandingkan dengan produk dari brand lain, seperti membandingkan spesifikasi atau harga. Saat posisi pembeli karena benar-benar ‘naksir’, peluang membeli semakin besar.

Baca juga: Mengenal Traffic Temperature Konsumen Lebih Jauh

Yakin

Calon pembeli akan menghadapi posisi bingung memilih. Saat mereka berhasil menentukan, mereka akan yakin dengan barang pilihannya. Usahakan barang yang Anda tawarkan melebihi kompetitor dari segala sisi agar pembeli tetap memilih produk Anda.

Pembelian

Ini adalah tahap dimana calon pembeli berubah status menjadi pembeli. Mereka akan membeli produk yang Anda tawarkan. Berikan pelayan yang terbaik dan jangan sampai kecewakan pembeli Anda. Setelah proses pembelian terjadi jangan lupakan juga tahap after salesnya.

Proses setelah pembelian juga jangan di abaikan begitu saja, Anda perlu mendapat feedback yang dari pembeli. Apakah mereka senang atau tidak dengan produk yang Anda jual dan layanan yang And berikan. Hal ini penting untuk jadi bahan masukan dan membuat hubungan Anda tetap terjalin dengan pembeli.

Baca juga: Customer Journey, Hal yang Perlu Anda Pahami Sebelum Berjualan

Fase-fase di atas perlu Anda pahami agar Anda bisa lebih tepat dalam mengambil keputusan. Membuat sistem yang membuat konsumen merasa puas dengan layanan yang Anda berikan bisa diambil dari memahami customer journey.

Jangan sampai Anda abai dengan pembeli, perhatikan juga pengalaman yang didapat konsumen saat membeli barang hingga menggunakan atau mengkonsumsi barang yang Anda jual. Hal ini semata-mata untuk terus membuat bisnis Anda berkembang dan semakin baik dari hari ke harinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *