Cara Menyikapi Persaingan Bisnis, Di Era Copy-Paste Yang Bikin Kita Miris!

Posted on

Saya suka dengan tantangan dan ketidakpastian. Bulan Juni 2015 s/d Juni 2016 Saya pun mempensiunkan diri dari dunia penulisan, tepatnya: menulis buku. Maka jangan heran, selama kurun waktu tersebut, Saya tidak menelurkan 1 buku pun. Tahu kan alasannya?

Selama gak nulis buku, justru Saya banyak belajar hal-hal baru. Itulah yang Saya yakini sedari awal, yakni: pasti ada hikmah di setiap kejadian dan keputusan. Terbukti, Saya bisa banyak belajar tentang dunia Affiliate Marketing, Product Creation, List Building, Email Marketing, hingga FB Ads.

Baca juga: Siap-Siap Banjir Orderan! Cara Jualan di Marketplace yang Telah Terbukti Laris

By the way, ilmu-ilmu tersebut di atas penting banget lho kita miliki di era digital seperti sekarang. Anda boleh mulai pelajari satu per satu agar bisnis Anda makin tumbuh dan berkembang serta dapat memenangkan persaingan.

Baiklah, sesuai judulnya, postingan Saya kali ini akan bicara soal “PERSAINGAN”. Bicara soal persaingan, Saya jadi teringat kata-kata Jack Welch “Jika Anda tak mempunyai keuntungan dalam kompetisi, maka jangan berkompetisi”

Itu pula yang menjadi prinsip Saya dalam berbisnis saat ini. Dan gak hanya di bisnis sih, tapi juga dalam dunia persilatan “Affiliate War.” Saya bilang ke tim Saya, “Saya gak akan ikut kontes Affiliate kalau Saya gak juara”.

Saya pun bilang ke tim Saya, “Saya gak akan nulis buku kecuali best seller.” Dan pesan serupa sering Saya sampaikan pada Reseller Billionaire Store, “Jangan pernah jualan kalau gak yakin bakal laku.”

Prinsip-prinsip seperti di atas, bukanlah bentuk kesombongan, melainkan bentuk keyakinan akan kualitas dalam memenangkan persaingan. Yakin itu penting karena hakekat penjualan adalah transfer keyakinan. Kalau Anda sendiri gak yakin sama produk Anda, apalagi orang lain.

Namun, dalam bersaing, baik di kancah Affiliate Marketing maupun Bisnis Online, kita tak boleh pakai emosi dan harus berpikir secara jernih. Jack Ma, Founder Alibaba Group, pernah bilang “Ketika berkompetisi, jangan pernah membawa Kebencian karena kebencian hanya akan membuat Anda jatuh. Terlebih, kebencian juga akan membuat pikiran Anda tak jernih. Salah ngambil keputusan, buruk hasilnya.”

Baca juga: Cara Membuat Email Marketing Untuk Melejitkan Penjualan

Walaupun wajar, ketika ada pihak-pihak tertentu yang bersaing dengan Anda, katakanlah dia “jiplak” ide Anda, ATP (Amati Tiru Plek), Anda kesel juga. Misalnya, ketika Anda sudah bersusah payah buat gambar promo, eh dicomot gitu aja sama kompetitor, cuma diedit logo dan namanya doang..

Atau ketika Anda buat ide tertentu, eh “dikanibal” seenaknya.. Asem! Poinnya, jangan berlama-lama. Kesal wajar, namun jangan bawa amarah. Namun, tahukah Anda? Menurut seorang professior bisnis Amerika, Oded Shenkar (bukan wakil walikota Bandung lho ya! “97% bisnis yang meniru dan memodifikasi sebuah strategi saingannya menunjukkan hasil yang lebih baik dari pada pemilik ide aslinya”

Bakalan banyak yang nyontek kompetitor nih setelah Anda baca tulisan Saya ini. Terus, gimana dong cara menyikapinya?

Persaingan Bisnis

(1). Bersainglah secara sehat. Kenali keunggulan Anda, komunikasikan dengan baik pada market. Ketahui siapa kompetitor Anda. Gimana cara main kompetitor Anda. Ambil positifnya, tinggalkan yang jelek-jeleknya

(2). Kompetitor bukanlah musuh. Ya, kompetitor bukanlah musuh. Bahkan, kompetitor adalah rekan bisnis. Kalau Anda merasa gak sanggup mengalahkan dia, ajak aja dia jadi partner Anda. Cobain deh, Saya sering melakukannya. Hehehe

(3). Banyak-banyak pasrah. Percayakan semuanya pada Allah SWT. Karena setiap kerja keras, pasti ada balasannya. Yakin…

Lagian, dalam persaingan, tugas kita bukanlah untuk menang atau kalah. Tugas kita adalah melakukan apa yang kita bisa, sisanya adalah kehendak Allah SWT.

Dewa Eka Prayoga

Gravatar Image
Saya adalah penulis konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *