Bisnis Musiman: Usaha Aji Mumpung Raih Keuntungan Berlipat

0
327
bisnis musiman

Bisnis musiman adalah salah satu momen yang paling banyak ditunggu oleh sejumlah pelaku usaha, untuk mendapatkan keuntungan berlipat. Sayangnya, momen ini sering disalah gunakan oleh sejumlah pelapak atau pebisnis.

Karena momen aji mumpung, tak sedikit dari mereka yang membandrol harga jauh dari harga normal biasanya. Sebut saja saat momen memasuki liburan, banyak pelaku usaha yang menaikan harga semena-mena demi mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.

Nah, apakah tarnsaksi seperti ini diperbolehkan dalam islam? Hal ini tidak diperbolehkan dalam islam, karena dinilai merugikan satu pihak. Lho kok, bisa? Memangnya siapa yang dirugikan disini? Bukankah pembeli juga menyetujuinya? Toh, dia bayar kok.

Yuk simak baik-baik penjelasan dbawah ini, semoga tercerahkan. Yuk kita sama-sama membangun bisnis yang berkah, dan diridoi oleh Allah SWT.

Padangan Islam Tentang Bisnis Musiman Aji Mumpung

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (Q.S An-Nisa: 29).

Coba perhatikan ayat diatas. Bahwa dasar dalam jual beli itu, tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Tidak paksaan dalam membelinya, karena atas dasar suka.

Tapi masalahnya, tidak semua pelanggan bisa menerima harga yang tiba-tiba naik dratis. Contohnya, harga untuk satu mangkuk mie rebus di hari biasa adalah Rp 7 ribu rupiah, tapi karena lagi ramai pengunjung dan kebetulan sedang musim liburan, akhirnya Anda menaikan harga 2 kali lipat lebih mahal. Seharga Rp 15 ribu per mangkok.

Transaksi memang terjadi, tapi mereka pergi bukan dengan puas hati, tapi degan rasa kecewa, tidak puas hati dengan layanan yang diberikan. Karena harga yang dibandrol jauh dari kata normal.

Kalau alasan hukum ekonomi, banyaknya permintaan maka harga boleh dinaikan, lebih baik pakai hukum hati nurani saja. Coba bayangkan dan posisikan Anda sebagai pembeli. Mungkin, Anda pun akan bersikap demikian. Pulang dengan hati menggerundel kecewa.

Duitnya dapat sih, tapi tidak berkah. Karena akadnya cacat, dzalim, sehingga rezeki yang diperoleh tidak berkahi oleh Allah. Dan saat itu terjadi, bisa saja Allah mengambil lagi uang itu dengan cara yang tidak terduga.

Misalnya, uang yang tiba-tiba ilang, keluarga ada yang sakit, kecelakaan, kemalingan, ditipu orang, dan banyak cara Allah mengambil harta yang diperoleh dengan cara mendzalimi orang lain. Semoga kita dijauhkan dari sifat tersebut.

Mari kita sama-sama membangun dan menjalan bisnis yang lebih berkah, dengan cara yang diridoi oleh Allah SWT. Mulai dari sumber dana yang halal, bukan hasil dari  uang riba.

Nah, jika Anda butuh referensi membangun bisnis yang sesuai syariat islam, wajib punya buku Berani Jadi Taubaters.

Bagaimana Cara Mendapatkan Buku Berani Jadi Taubaters

Buku Berani Jadi Taubaters ini merupakan pegangan wajib para pengusaha pemula dan pebisnis yang ingin hijrah ke jalan yang lebih baik lagi.

Dapatkan rahasia sukses membangun bisnis tanpa modal usaha riba. Simak juga tips dan trik mendapatkan modal usaha tanpa harus pinjam dana ke bank. Tidak hanya itu, ada juga beberapa kisah para pengusaha sukses yang siap menggertakan hati Anda.

Nah, jika Anda ingin memiliki buku ini caranya gampang kok, tinggal klik gambar dibawah ini dan dapatkan penawaran harga terbaiknya. Khusus untuk Anda, kami berikan harga istimewa Rp 127.000 saja. Jangan lupa klik gambar ini!

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here